Home / pendidikan / MENUJU HAUL GURU TUA KE-51: Syair-Syair Sang Guru Terhadap Kecintaan Pada Rasulullah SAW dan Pendidikan

MENUJU HAUL GURU TUA KE-51: Syair-Syair Sang Guru Terhadap Kecintaan Pada Rasulullah SAW dan Pendidikan

PPID – morowalikab.go.id – Bungku – Al-Habib Idrus bin Salim Al-Jufri atau lebih dikenal dengan Sayyid Idrus bin Salim Al-Jufri (SIS Al-Jufri) atau Guru Tua, lahir di Tarim, Hadramaut, Yaman, 15 Maret 1892. Wafat di Palu, Sulawesi Tengah, 22 Desember 1969 di usia 77 tahun. Tanggal 12 Syawal ditetapkan untuk mengenang haul atau peringatan wafatnya.

Beliau merupakan tokoh pejuang dan tonggak islam di Indonesia Timur khususnya Provinsi Sulawesi Tengah dalam bidang pendidikan agama Islam. Sepanjang hidupnya, ulama yang akrab disapa Guru Tua ini dikenal sebagai sosok ulama dan sastrawan yang cinta ilmu. Berikut beberapa syair Guru Tua yang menggambarkan tentang perjuangannya dalam dunia pendidikan dan kecintaannya pada Rasulullah SAW.

إلى العِلمِ أدعُو وَالتَّقَى كُلُّ مُسلِمٍ

Aku ajak setiap muslim kepada ilmu dan takwa

بحَالي وَمَالي وَاليَرَاعِ وبِالفَم

Dengan keadaanku, hartaku, penaku dan juga lisanku

إلى الله أدْعُوهُم وَهَذا كِتَابُهُ

Aku ajak mereka menuju Allah dan inilah kitab-Nya

يُبَيِّنُ لهم مِن نُورِهِ كُلَّ مَظلَمِ

Menjelaskan tentang cahaya-Nya kepada setiap kegelapan

وسُنَّةُ خَيرِ الرُّسلِ أدعُو لِدَرسِهَا

Sunah sebaik-baik Rasul aku ajak untuk dipelajari

فَفِيهَا الهُدَى والنُّورُ والعِلمَ فَاعْلَمِ

Di dalamnya terdapat petunjuk, cahaya, dan ilmu yang patut diketahui

هَنِيئًا لِمَن لَبَيّ وَسَارِع يَبتَغِي

Selamat bagi yang menyambut dan bergegas mencarinya

رِضَى الله والزُّلفَى لِفَوزٍ وَمَغْنَمِ

Rida Allah dan derajat bagi kesuksesan dan keberuntungan

فَإنِّي رَأيْتُ الجهل في النَّاسِ فَاشِيًا

Sungguh aku perhatikan kebodohan merajalela padamanusia

فَلا خَوفٌ مِن مَوْلى وَلا مِن جَهَنَّمِ

Tidak ada ketakutan kepada Allah ataupun jahanam

فَدَاوُوا بِعِلمِ الدِّيْن جَهْلَ قُُلُوبِكُم

Obatilah dengan ilmu agama kebodohan hatimu

فَمَن لم يُدَاوِ الجهْلَ بالعِلْمِ يَنْدَمِ

Siapa yang enggan mengobati dengan ilmu pasti menyesal

Syair Guru Tua tentang Kecintaan kepada Rasulullah SAW;

بِكُم يَا حَبِيْبَ الله أرَجُو شَفَاعَةً

Denganmu wahai kekasih Allah aku mengharap syafaat

وَالمرتَضَى والسَّيدَيْنِ وبِالحَسَنَا

Dan dengan al-Murtadha, Hasan, Husain dan keduanya

سَفِينَةُ نُوحٍ قَدْ نجَا مَن بهَا النَّجَا

Bahtera Nuh maka selamat siapa yang di dalamnya

هُمُو وَلَعُمرِي أدْرَكَ الفَوزَ والأمْنَا

Demi hidupku, mereka telah mendapat kemenangan dan keamanan

تَمَسَّك بحِزْبِ الفَطِمِيِّينَ تَهتَدِي

Berpegang teguhlah dengan kelompok Fatimah pasti mendapat petunjuk

فَمَنْ لَمْ يَكُن مِن حِزبِهِم يَقْرَعُ السَّنَا

Siapa yang bukan dari kelompoknya sungguh telah melepas ridanya

وَلا بَأسَ في الدُّنْيَا عَلى مِن يُحِبُّهُمْ

Tiada khawatir di dunia siapa yang mencintai mereka

وَلا خَوْفٌ في لأُخْرَى يَرَاهُ وَلا حُزْنَا

Tiada ketakutan melihatnya di akhirat tidak pula bersedih

Sumber: “Sang Bintang dari Timur: Sayyid Idrus Al-Jufri, Sosok Ulama dan Sastrawan” karya Dr. Ahmad Bachmid, Lc.

About Winda Bestari

Check Also

Juara 1 Sekolah Sehat Tingkat Provinsi, SMPN 3 Bungku Gelar Simulasi Evaluasi Bencana Gempa Bumi

PPID – morowalikab.go.id – Bungku. Kamis, (22/08). Setelah meraih juara 1 Sekolah Sehat tingkat Provinsi, ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *