Home / Pemerintahan / COVID 19: Altruism di Tengah Kebijakan Social Distance

COVID 19: Altruism di Tengah Kebijakan Social Distance

COVID 19: ALTRUISM di Tengah Kebijakan Social Distance

oleh: k4r7@

PPID, Bungku – morowalikab.go.id. Ketika World Health Organization (WHO) menetapkan penyebaran Covid 19 menjadi pandemi global, maka diharapkan seluruh masyarakat dunia menerapkan kewaspadaan tinggi dengan langkah-langkah antisipasi yang sistematis, terstruktur, dan masiv. Di Indonesia, data terakhir (18/03/20) terdapat 227 kasus positif dengan 19 orang meninggal dunia dan 11 orang dinyatakan sembuh, serta tersebar di 13 provinsi.

Dalam situasi yang pandemik, maka sangat besar kemungkinan akan melahirkan kepanikan di tengah masyarakat. Olehnya, sangat dibutuhkan kedewasaan dari masyarakat untuk menyaring setiap informasi yang ada, agar sedini mungkin dan secara proaktif mencari akurasi kebenaran dari informasi tersebut. Selain itu, saat ini sangat dibutuhkan adanya tindakan yang kongkrit. Seluruh komponen bangsa, (pemerintah, rakyat, aparat, dll) harus bersatu padu dalam mengambil bagian dalam menyelesaikan masalah ini. Sesuai amanat konstitusi, negara harus melindungi segenap rakyat, seluruh tumpah darah, karena COVID 19 merupakan bencana nasional yang mengancam seluruh anak bangsa.

Di tengah kebijakan yang diambil oleh pemerintah – social distance, maka menyatukan kekuatan untuk melawan adalah langkah kongkrit. Altruism (autrui: orang lain) merupakan tindakan suka rela untuk membantu orang lain tanpa pamrih, atau sekedar beramal. Berdasarkan definisi tersebut, maka suatu tindakan dapat dikatakan altruistik sangat tergantung dari pada niat si penolong. Dengan demikian, kemampuan untuk menempatkan kepentingan yang lebih luas demi kemanusiaan merupakan kekuatan moral sebagai kewajiban dari manusia yang berkhidmat. MelaluiĀ  perilaku yang peduli, maka menolong orang lain tanpa memikirkan diri sendiri adalah perilaku yang mulia.

Social distance dengan tujuan mengurangi kontak fisik, salah satu langkah pencegahan penularan COVID 19. Menurut dokter spesialis paru-paru, bahwa jika tidak bisa melaksanakan isolasi diri, sebaiknya dalam beraktifitas harus menjaga jarak minimal 1 meter, sesuai dengan trasmisi virus corona (COVID 19). Baik langkah untuk isolasi diri maupun menjaga jarak, akan dapat secara disiplin dilaksanakan jika Altruism – semangat untuk kepentingan yang jauh lebih luas menjadi perilaku yang didasarkan pada kesukarelaan.

Mengutamakan kepentingan orang lain, cinta kasih yang didasarkan pada nilai kemanusiaan, dan adanya dorongan kuat untuk kebaikan bersama, kiranya menjadi cambuk pemicu bagi seluruh komponen bangsa untuk menyatukan gerak dan usaha dalam mengakhiri masa-masa sulit ini.

Ini bencana nasional, maka hentikanlah cara-cara saling menyalahkan, merasa paling benar, dan janganlah memanfaatkan masalah ini dengan mengambil keuntungan yang tidak masuk akal. Kepada seluruh anak bangsa untuk selalu mengikuti anjuran WHO, pemerintah, dan pihak-pihak yang berkompeten. Jangan pernah merasa diri hebat dan takabur, sebab hal itulah yang memberikan peluang bagi lahirnya bencana bagi sesama. (Penulis Kabid IKP-Diskominfo, Kab. Morowali).

About kary kabidikp

Check Also

Video Teleconference, Bupati Morowali Laporkan Progres Penanganan Covid-19 Ke Gubernur Sulteng.

Bungku – morowalikab.go.id – Mengantisipasi penyebaran Virus Corona Desease 2019 (Covid-19) di wilayah Provinsi Sulawesi ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *