Home / Pemerintahan / BPBD Morowali Gelar Simulasi Mitigasi Bencana di Desa Ipi

BPBD Morowali Gelar Simulasi Mitigasi Bencana di Desa Ipi

PPID – Morowalikab.go.id – BUNGKU – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab. Morowali menggelar Sosialisasi/Penyuluhan Simulasi Mitigasi Bencana Tahun 2019, yang diselenggarakan di Desa Ipi, Kec. Bungku Tengah, Rabu (26/6/19). Kegiatan simulasi mitigasi dihadiri oleh Kepala Bidang Kesiapsiagaan, Drs. Ikbal M.Si, PT. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Agus Hamal S.Si, M.Si dan masyarakat Desa Ipi.

Sebagaimana diketahui bahwa mitigasi bencana dalam masyarakat masih sangat rendah. Hal ini menyebabkan masyarakat tidak punya kesiapsiagaan dalam menghadapinya. Realitanya, ketidaksiagaan masyarakat itu akan berdampak pada banyaknya korban, baik itu korban harta benda maupun korban jiwa. Bahkan tidak jarang terjadi, masyarakat dengan mudah termakan isu HOAX yang justru mengakibatkan kepanikan. Oleh karena itu, masyarakat yang berada pada daerah dengan zona rawan bencana, baik itu bencana banjir, longsor, gempa bumi, bahkan tsunami perlu memahami dan mengetahui tentang mitigasi bencana.

Pada kesempatan itu, Kabid Kesiapsiagaan, Drs. Ikbal M.Si, mengatakan bahwa masyarakat perlu disadarkan bahwa mitigasi bencana tidak sepenuhnya menjadi tanggungjawab pemerintah tetapi juga menjadi tanggungjawab individu bahkan seluruh masyarakat. Kesadaran masyarakat ini harus didukung dengan pendidikan atau edukasi masyarakat, terutama untuk peningkatan pemahaman dan kesadaran terhadap fenomena alam yang mungkin saja terjadi. Proses edukasi ini dapat dilakukan melalui pertemuan atau diskusi, sosialisasi atau penyuluhan kepada masyarakat setempat. Kegiatan ini tentu dapat dilakukan di tingkat Kelurahan atau melalui instansi pendidikan.

Sebagai daerah yang berada dalam Ring of Fire, Kab. Morowali mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat. Hal ini dikarenakan Kab. Morowali merupakan salah satu Kabupaten dari 540 Kabupaten yang terkena acaman akan adanya bencana, di mana Morowali masuk dalam urutan ke-80. Dengan adanya sosialisasi yang di gelar di Desa Ipi diharapkan dapat menciptakan masyarakat yang sadar dan tanggap terhadap bencana. “Sosialisasi ini diberikan kepada warga dengan tujuan untuk menciptakan masyarakat yang sadar dan tanggap terhadap bencana yang dapat saja terjadi tanpa bisa diprediksi”, ujarnya.

Mitigasi bencana merupakan langkah yang sangat perlu dilakukan sebagai suatu titik tolak utama dari manajemen bencana. Ada 4 (empat) hal penting dalam mitigasi bencana, yaitu, pertama, tersedia informasi dan peta kawasan rawan bencana untuk tiap jenis bencana, kedua, sosialisasi untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat dalam menghadapi bencana, karena bermukim di daerah rawan bencana, ketiga, mengetahui apa yang perlu dilakukan dan dihindari serta mengetahui cara penyelamatan diri jika bencana timbul, dan yang keempat, pengaturan dan penataan kawasan rawan bencana untuk mengurangi ancaman bencana.

Selain itu, perlu diadakan pelatihan-pelatihan atau kegiatan simulasi dan proses evakuasi bencana guna untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana yang harus dilakukan secara rutin, agar masyarakat lebih terbiasa, siap dan mampu dalam menolong dirinya menghindari bencana yang mungkin bisa terjadi kapan saja. Beliau menyampaikan bahwa peta untuk menuju titik kumpul evakuasi telah disiapkan untuk seluruh warga dan ia berharap agar peta yang telah disediakan dapat di bagi kepada ketua-ketua RT/RW, karena jika terjadi bencana mereka dapat mengarahkan seluruh masyarakat untuk mengikuti peta jalur evakuasi menuju titik kumpul evakuasi, tutupnya. (IKP/Tiya, Iksan)

About Tiya Lestari

Check Also

Kepala DLHD Morowali Tegaskan Pengusaha Tambang Galian C Harus Patuhi Aturan Yang Berlaku

Drs. Abd. Rahman, MT Kadis Lingkungan Hidup Daerah Kabupaten Morowali Bungku – morowalikab.go.id – Seusai ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *