Home / Pemerintahan / Bank Indonesia Gelar Diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi Sulawesi Tengah

Bank Indonesia Gelar Diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi Sulawesi Tengah

PPID – Morowalikab.go.id – Bungku. Bank Indonesia Gelar Diseminasi laporan Perekonomian Provinsi Sulawesi Tengah yang dilaksanakan di Hotel Metro, Desa Bahomohoni, Kab. Morowali, Kamis (24/10). Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP3D) Kab. Morowali, Ir. Emil, M.Si,  Kepala Badan Pendapatan Daerah, Drs. Harsono Lamusa dan beberapa Kepala OPD lainnya, Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah, Bank BRI, Mandiri, Bank Sulteng dan perwakilan PT. IMIP. Kepala BP3D, Emil, mewakili Bupati Morowali membuka resmi kegiatan tersebut.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Tengah, M. Abd Majid Akram, saat diwawancarai, mengatakan bahwa perekonomian secara nasional maupun daerah tahun ini melambat. Hal tersebut disebabkan karena adanya ekspor yang melambat. Kegiatan periodik ini dalam rangka memberikan gambaran kondisi terkini perekonomian baik nasional maupun regional, khususnya di Sulawesi Tengah. Kabupaten manapun yang berkaitan dengan kondisi ekonomi akan tetap diberikan gambaran mengenai kebijakan-kebijakan yang diatur oleh Bank Indonesia terkait dengan bentuk mengantisipasi pergerakan ke depan.

“Sebagai mana yang di sampaikan tentunya  semua dapat melihat ada beberapa tantangan perekonomian nasional yang bersumber dari pertarungan global yang masih terjadi, hal ini  disebabakan karena perekonomian kita ini masih sangat tergantung kepada perekonomian global nanti”, ujar Majid.

Lanjutnya, jika diperhatikan Kabupaten Morowali masih relatif eksis walaupun masih perlu terus diperhatikan karena kedepan bisa saja mengadakan eksport terutama nikel, baja dan produk-produk turunannya apalagi sekarang Cina dan beberapa negara lainnya sudah mulai melambat. Untuk itu ia berharap Morowali harus bisa antisipasi, jangan sampai  berdampak negatif kepada perekonomian nasional ataupun Sulawesi Tengah.

“Pertumbuhan perekonomian secara nasional di Kabupaten Morowali ada keterlambatan dikarenakan optimis perekonomian nasional tumbuh 5,4 dan sekarang kami turunkan  berada pada 5 sampai berada 5,1 persen”, jelas Majid.

Masyarakat yang punya dana Bank dengan bunga yang rendah sebaiknya segera berbelanja karena sekarang inflasi harga barang sudah stabil. Di sisi lain, produsen sudah mengetahui bahwa kredit bunganya secara umum sudah  turun. Untuk itu ia berharap masyarakat yang mempunyai dana bank agar segera melakukan investasi modal kerja untuk menambah pencapaian kapasitas.

 

 

Majid juga menanggapi terkait karyawan Perusahaan yang tiap bulan setelah gajian uang habis percuma sehingga perputaran uang tidak efektif khususnya di Bahodopi. Untuk itu, diperlukan adanya kerjasama kepada semua pihak terkait agar tidak hanya mendorong Bahodopi sebagai penyangga di PT. IMIP,  tetapi juga harus menggeser transaksi di Kota Bungku.

“Kalau kita bisa membawa katakanlah 15 ribu orang untuk tinggal di Kota Bungku, Insya Allah Bungku akan cepat berkembangnya, sehingga uangnya akan berputar lebih lama di Kota Bungku”, tutupnya. (Kominfo/Tiya).

About Tiya Lestari

Check Also

Video Teleconference, Bupati Morowali Laporkan Progres Penanganan Covid-19 Ke Gubernur Sulteng.

Bungku – morowalikab.go.id – Mengantisipasi penyebaran Virus Corona Desease 2019 (Covid-19) di wilayah Provinsi Sulawesi ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *