AJAK MASYARAKAT BERPARTISIPASI DALAM PILKADA: KPUD MOROWALI GELAR JALAN SEHAT

BUNGKU (morowalikab.go.id/web) – KPUD Morowali semakin gencar melakukan sosialisasi Tahapan Pencanangan Pilkada Morowali Tahun 2018. Satu strategi yang bersifat massal dilakukan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat Morowali menggunakan hak pilihnya adalah melalui jalan sehat. Tema yang diusung KPUD Morowali pada kegiatan ini adalah “jalan sehat menuju Pilkada Serentak 2018 yang Berkualiatas dan Berintegritas”. Jalan santai yang dilaksanakan pada hari Ahad (23/07/2017) dengan start depan Kantor Bupati Morowali hingga Kantor  KPUD Kabupaten Morowali Kawasan KTM, yang jaraknya sekitar 4 km.

Hadir pada jalan santai adalah Bupati Morowali, Drs. H. Anwar Hafid, M.Si., Komisioner KPU Pusat, Ilham Saputra, Ketua KPUD Provinsi Suawesi Tengah, Sahran Raden, S.Ag., SH., MH., Ketua KPUD Kabupaten Morowali, Wahyudin Abd. Wahid, SH, MH., seluruh Komisioner KPUD Kabupaten Morowai, dan sejumlah Pejabat di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Morowali. Jalan santai ini juga turut diramaikan ribuan masyarakat wajib pilih dengan hadiah utama 1 unit motor Honda Revo dan sejumah hadiah hiburan lainnya.

“Dengan adanya kegiatan semacam ini diharapkan masyarakat akan banyak mendapatkan informasi tentang tahapan-tahapan pelaksanaan pilkada kab. Morowali tahun 2018”. Demikian harapan harapan Anwar Hafid dalam sambutannya. Mari kita beri dukungan sebesar-besarnya kepada KPUD Kab. Morowali untuk melaksanakan seluruh proses pelaksanaan pilkada di Kabupaten Morowali ke depan sehingga dapat berjalan dengan baik dan dapat menghasilkan pemimpin yang membawa Kabupaten Morowali, lebih baik, lebih maju dan lebih sejahtra, harapan bupati.

Sementara itu, Komisioner KPU Pusat, Ilham Saputra mengharapkan agar tingkat pertisipasi masyarakan Kabupaten Morowali meningkat jika dibanding dengan pemilu tahun 2014 sebelumnya. Jika pemilu tahun 2014, tingkat partisipasi pemilih dikabupaten morowali hanya sekitar 60%, diharapkan pilkada tahun 2018 nanti meningkat, harap Ilham Sapurta. Oleh itu, Ilham Saputra mengajak seluruh masyarakat wajib pilih agar mendaftar diri jadi pemilih atau dicek apakah sudah terdaftar pemilih dan diikuti semua prosesnya.

Pilkada serentak seluruh Indonesia tahun 2018 termasuk Kabupaten Morowali akan dilaksanakan pada tanggal 27 Juni 2018. Hal ini disampaikan oleh Ketua KPUD Provinsi Sulawesi Tengah. Bagi warga yang belum terdaftar pada saat pengumuman daftar pemilih dari KPUD Morowali segera melapor untuk di daftar sebagai pemilih, karena suara bapak/ibu sangat menentukan masa depan bagi Kabupaten Morowali. Demikian himbauan Sahran Raden. (NA)

RAPAT PARIPURNA DPRD KABUPATEN MOROWALI

BAHAS LAPORAN HASIL PEMBAHASAN KOMISI

Bungku (morowalikab.go.id/web): Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Morowali menggelar rapat paripurna mendengarkan laporan hasil pembahasan komisi-komisi diruang sidang dewan, Rabu, (12/7/2017). Rapat yang dipimpin Wakil Ketua I, H. Silahudin Karim, S.Sos, dihadiri oleh Bupati Morowali yang diwakili oleh Asisten III bidang Administrasi Drs. H. Wahid Hasan, M.Pd dan sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup pemda Morowali.

Dalam laporannya ketua komisi I DPRD Kabupaten Morowali Irwan, S.Sos, mengatakan bahwa dari hasil pembahasan, komisi I memberikan beberapa catatan diantaranya yang pertama OPD yang bermasalah seperti yang kami laporkan diatas yaitu BLUD Rumah Sakit Umum Daerah, Inspektorat dan Satuan Polisi Pamong Praja, agar dilakukan pendalaman lebih lanjut, sehingga permasalahan yang ada pada OPD tersebut dapat diselesaikan. Lanjut ketua komosi I

‘’Kedua dalam proses penganggaran perlu adanya kehati-hatian dalam menetapkan estimasi, khususnya pada belanja tidak langsung sehingga anggaran yang ada dapat bermanfaat bagi masyarakat. Ketiga dalam pelaksanaan ferifikasi penyusunan anggaran ditingkat eksekutif, pihak Bappeda harus melihat prioritas berdasarkan kebutuhan SKP, bukan kebutuhan menurut Bappeda’’ Ujar Irwan.

Kemudian untuk laporan hasil pembahasan komisi II yang dibacakan oleh HJ. Nurhayati Laterang menyimpulkan bahwa dalam menetapkan target pendapatan daerah khususnya PAD perlu memperitungkan potensi dan system yang ada, serta diperlukan adanya regulasi baik menyangkut penyesuaian Perda dengan perkembangan yang terjadi, maupun standar operasional dalam pengelolaan Pendapatan Daerah. Lanjut Sekretaris Komisi Dua tersebut.

‘’Dalam kesimpulan tersebut kami menyarankan bahwa penyusunan APBD selanjutnya, agar diproyeksikan berdasarkan data pendapatan tahun sebelumnya serta asumsi-asumsi yang jelas dan rasional. Pemerintah Daerah agar merumuskan dan menetapkan dalam bentuk Perbup tentang SOP dalam pengelolaan pendapatan serta program/kegiatan yang akan dianggarkan hendaknya direncanangkan dengan sebaik-baiknya’’ ujar Nurhayati.

Sementara itu laporan komisi III yang dibacakan oleh Hj. Mirdan Ahdan menyimpulkan bahwa laporan keuangan SKPD khusnya mitra komisi III, telah sesuai dengan laporan keuangan Pemerintah Daerah dalam raperda tentang pertanggung jawaban APBD tahun 2016. Khusus pada Dinas PU dan Badan Lingkungan Hidup, kegiatan-kegiatan yang tidak dilaksanakan yang menyebabkan anggaran tidak terserap secara maksimal penting untuk diprogramkan kembali pada tahun berikutnya. Lanjut anggota komisi III tersebut.

‘’Rancangan Peraturan Daerah tentang pertanggung jawaban pelaksanaan APBD tahun 2016, khusus yang terkait dengan SKPD mitra komisi III dapat diterima menjadi Peraturan Daerah dengan beberapa catatan sebagaimana butir-butir kesimpulan yang kami laporkan’’ ujar Mirdan. (HK)

RAMAH TAMAH BHAYANGKARA KE 71

BUPATI MOROWALI HIMBAU MASYARAKAT DUKUNG TUGAS POLRI

Kominfo Morowali: Setelah sukses melaksanakan upacara memperingati hari Bhayangkara ke 71 pada siang hari, dimalam harinya Pemda Morowali bekerjasama Polres Morowali menggelar kegiatan ramah tamah di alun-alun Rumah Jabatan Bupati Morowali Desa Matansala, Kecamatan Bungku Tengah, pada Senin Malam (7/7/2017). Kegiatan selain dihadiri kepala OPD lingkup Pemda Morowali juga dihadiri oleh ribuan masyarakat Kabupaten Morowali yang turut memeriahkan jalannya kegiatan.

Dalam sambutannya Kapolres Morowali AKBP. Edward Indharmawan, SIK.,MH menyatakan bahwa malam ini merupakan syukuran peringatan hari besar Bhayangkara yang jatuh pada 1 juli 2017. Tanggal 1 Juli ditetapkan sebagai hari Bhayangkara yang semula terdiri dari banyak tantangan dan pada tanggal 1 juli 1946 disatukan dalam jawatan Kepolisian Negara yang merupakan Kepolisian Nasional yang langsung dibawah Perdana Menteri atau Presiden. Lanjut Kapolres.

‘’Saya bersyukur bahwa polisi masih tercatat sebagai organisasi atau institusi penting yang merupakan salah satu pilar perangkat keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Saat ini Institusi Polri terdiri dari 33 Polda, 466 Polres dan 4.872 Polsek di seluruh Indonesia dengan jumlah anggota mencapai 4.232 personil. Pada tahun 2014 institusi Polri ditingkatkan struktur barunya antara lain pembentukan Pol. Airud, Pol. Binmas, dan Pol Sabara’’ Ujar Edward.

Selanjutnya ditempat yang sama Bupati Morowali Drs. H. Anwar Hafid, M.Si, berpesan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Morowali untuk selalu aktif mendukung tugas-tugas kepolisian dalam memberantas narkoba, terorisme, peredaran miras dan juga menjaga ketentraman dan ketertiban ditengah-tengah masyarakat. Lanjut Bupati.

‘’Tanpa kita Polri tidak bisa berbuat apa-apa, hanya dukungan masyarakatlah insya Allah kepolisian kita akan terus bekerja dengan keras dalam rangka menciptakan keamanan dan ketertiban didaerah yang kita cintai ini. Saat ini narkoba telah memasuki sekolah-sekolah baik SD, SMP maupun SMA/SMK bahkan dilingkungan keluarga. Narkoba telah masuk merusak kita semua. Oleh karena itu saya mengajak kita semua untuk bertekad bersama menyatakan perang terhadap narkoba’’ ujar Bupati dua periode tersebut.

Acara malam gembira Bhayangkara yang ke 71 tersebut, selain menampilkan tarian maumere dan vocal Group dari ibu-ibu Bhayangkari juga dihibur oleh artis ibu kota ternama Cakra Khan yang menggoyang panggung Bhayangkara dengan membawakan sejumlah lagu hits terfaforit dikalangan anak muda. (HK)

UPACARA HARI LAHIR PANCASILA DI KABUPATEN MOROWALI

KOMINFO MOROWALI – Peringatan Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada tanggal 1 Juni yang pertama kalinya ini diperingati di Kabupaten Morowali. Bertindak selaku Inspektur upacara Asisten Bidang Administrasi Umum, Drs. Abdul Wahid Hasan, M.Pd. membacakan Pidato Presiden RI, Joko Wododo. Hadir pada upacara tersebut sejumlah Pejabat Eselon II (Asisten, Staf Ahli dan Kepala SKPD/OPD), ASN, Satpol PP dan Petugas Pemadam Kebakaran.

Adapun isi pidato Presiden yang dibacakan Inspektur upacara adalah sebagai berikut:

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Salam sejahtera bagi kita semua,
0m Swastiastu,
Namo buddhaya.

Hadirin yang saya hormati,

Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa pada pagi hari ini kita dapat berkumpul menyelenggarakan Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila untuk yang pertama kalinya.

Upacara ini meneguhkan komitmen kita agar lebih mendalami, menghayati, dan mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila sebagai dasar bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Pancasila merupakan hasil dari satu kesatuan proses yang dimulai dengan rumusan Pancasila tanggal 1 Juni 1945 yang dipidatokan Ir. Sukarno, Piagam Jakarta tanggal 22 Juni 1945, dan rumusan final Pancasila tanggal 18 Agustus 1945. Adalah jiwa besar para founding fathers, para ulama, dan pejuang kemerdekaan dari seluruh pelosok Nusantara sehingga kita bisa membangun kesepakatan bangsa yang mempersatukan kita.

Harus diingat bahwa kodrat bangsa Indonesia adalah keberagaman. Takdir Tuhan untuk kita adalah keberagaman. Dari Sabang sampai Merauke adalah keberagaman. Dari Miangas sampai Rote adalah juga keberagaman. Berbagai etnis, bahasa, adat istiadat, agama, kepercayaan dan golongan bersatu padu membentuk Indonesia. Itulah kebhinneka tunggal ika-an kita.

Namun, kehidupan berbangsa dan bernegara kita sedang mengalami tantangan. Kebinekaan kita sedang diuji. Saat ini ada pandangan dan tindakan yang mengancam kebinekaan dan keikaan kita. Saat ini ada sikap tidak toleran yang mengusung ideologi selain Pancasila. Masalah ini semakin mencemaskan tatkala diperparah oleh penyalahgunaan media sosial yang banyak menggaungkan hoax alias kabar bohong.

Hadirin yang saya hormati,

Kita perlu belajar dari pengalaman buruk negara lain yang dihantui oleh radikalisme, konflik sosial, terorisme, dan perang saudara. Dengan Pancasila dan UUD 1945 dalam bingkai NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika, kita bisa terhindar dari masalah tersebut. Kita bisa hidup rukun dan bergotong royong untuk memajukan negeri. Dengan Pancasila, Indonesia adalah harapan dan rujukan masyarakat internasional untuk membangun dunia yang damai, adil, dan makmur di tengah kemajemukan.

Oleh karena itu, saya mengajak peran aktif para ulama, ustadz, pendeta, pastor, bhiksu, pedanda, tokoh masyarakat, pendidik, pelaku seni dan budaya, pelaku media, jajaran birokrasi, TNI dan Polri serta seluruh komponen masyarakat untuk menjaga Pancasila. Pemahaman dan pengamalan Pancasila dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara harus terus ditingkatkan. Ceramah keagamaan, materi pendidikan, fokus pemberitaan dan perdebatan di media sosial harus menjadi bagian dalam pendalaman dan pengamalan nilai-nilai Pancasila.

Komitmen pemerintah untuk penguatan Pancasila sudah jelas dan sangat kuat. Berbagai upaya terus kita lakukan. Telah diundangkan Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2017 tentang Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila. Bersama seluruh komponen bangsa, lembaga baru ini ditugaskan untuk memperkuat pengamalan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, yang terintegrasi dengan program-program pembangunan. Pengentasan kemiskinan, pemerataan kesejahteraan dan berbagai program lainnya, menjadi bagian integral dari pengamalan nilai-nilai Pancasila.

Hadirin yang saya hormati,

Tidak ada pilihan lain kecuali kita harus bahu-membahu menggapai cita-cita bangsa sesuai dengan Pancasila. Tidak ada pilihan lain kecuali seluruh anak bangsa harus menyatukan hati, pikiran, dan tenaga untuk persatuan dan persaudaraan. Tidak ada pilihan lain kecuali kita harus kembali ke jati diri sebagai bangsa yang santun, berjiwa gotong royong dan toleran. Tidak ada pilihan lain kecuali kita harus menjadikan Indonesia bangsa yang adil, makmur, dan bermartabat di mata internasional.

Namun demikian, kita juga harus waspada terhadap segala bentuk pemahaman dan gerakan yang tidak sejalan dengan Pancasila. Pemerintah pasti bertindak tegas terhadap organisasi-organisasi dan gerakan-gerakan yang anti-Pancasila, anti-UUD 1945, anti-NKRI, anti-Bhinneka Tunggal Ika. Pemerintah pasti bertindak tegas jika masih terdapat paham dan gerakan komunisme yang jelas-jelas sudah dilarang di bumi Indonesia.

Sekali lagi, jaga perdamaian, jaga persatuan, dan jaga persaudaraan di antara kita. Mari kita saling bersikap santun, saling menghormati, saling toleran, dan saling membantu untuk kepentingan bangsa. Mari kita saling bahu-membahu, bergotong royong demi kemajuan Indonesia.

Selamat Hari Lahir Pancasila. Kita Indonesia, Kita Pancasila. Semua Anda Indonesia, semua Anda Pancasila. Saya Indonesia, saya Pancasila.

Terima kasih,

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
0m shanti shanti shanti 0m,
Namo buddhaya.

 Jakarta, 1 Juni2017

 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

     ttd.

JOKO WIDODO

Peringantan Hari Lahir Pancasila ini berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) No. 24 Tahun 2016 tentang Hari Lahir Pancasila.

“Menetapkan tanggal 1 Juni 1945 sebagai Hari Lahir Pancasila dan tanggal 1 Juni merupakan hari libur nasional,” bunyi diktum PERTAMA dan KEDUA Keppres tersebut.

Sedangkan diktum KETIGA Keppres ini menyatakan, Pemerintah bersama seluruh komponen bangsa dan masyarakat Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila setiap tanggal 1 Juni.

“Keputusan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan,” bunyi diktum KEEMPAT Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2016, yang telah ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo pada 1 Juni 2016 itu. (NA)

BANDARA MALEO SEGERA DIFUNGSIKAN INDONESIA AIR MENDARAT DENGAN SEMPURNA

KOMINFO MOROWALI: Tepatnya pada pukul 10.13 Menit Waktu Indonesia Tengah, Pesawat terbang Indonesia Air milik PT. Vale mendarat dengan sempurna dilandasan pacu Bandar udara Maleo Morowali Desa Umbele Kecamatan Bumi Raya, Sabtu, (27/5/2017). Pendaratan perdana Maskapai Indonesia Air tersebut disaksikan langsung Bupati Morowali, Drs. Hanwar Hafid. M.Si, Kapolres Morowali AKBP. Edhward Indharmawan,SH., S.IK, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Morowali Drs. Harsono Lamusa, Kepala SKPD, Camat Bumi Raya Abd. Malik Hafid, S.Ag.,M.Si, Tokoh agama dan masyarakat Desa Umbele Kecamatan Bumi Raya.

Maskapai Indonesia Air yang di idam-idamkan masyarakat Kabupaten Morowali  memiliki kapasitas 40 orang penumpang, dengan pilot penerbang Capt. Andi Dakamanto dan Co Pilot Capt. Richard B. Patty, Pesawat tersebut terbang dari Bandar Udara Internasional Sultan Hasanudin mendarat dengan sempurna di Bandar Udara Maleo Morowali.

Dalam keterangannya Bupati Morowali mengharapkan minggu pertama dibulan juni 2017 semua kekurangan pihak bandara segera dituntaskan. Karena menurut pihak maskapai Indonesia air, masih ada beberapa persyaratan yang harus dilengkapi diantaranya tempat penyimpanan barang, kemudian disinggung tentang kelayakan bandara, pihak maskapai mengatakan bahwa Bandara Maleo Morowali sangat layak  untuk operasional pesawat hal ini tergantung dari kesiapan pihak bandara. Lanjut Bupati mengutip pembicaraan dari Cruw maskapai Indonesia Air. (HK)