BPJS KETENAGAKERJAAN BERSAMA PEMDA KAB. MOROWALI

Kominfo 23/11/17, Kegiatan Rapat Kerjasama Operasional BPJS dengan Pemda dihadiri langsung Asisten III ibu Hj. Siti Samria, Kadis Nakertrans Bapak Ir. Umar Rasyid dan peserta kegiatan dari semua pimpinan OPD dilingkup kab. Morowali. Asisten III dalam sambutannya mengatakan bahwa begitu besar manfaat untuk semua staf non ASN untuk bisa menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan agar dalam melaksanakan tugas mereka terjamin hidupnya.

Badan penyelenggara jaminan sosial (BPJS) Ketenagakerjaan melaksanakan amanat UU No. 40 Tahun 2004 Tentang Jaminan Sosial Nasional BPJS Ketenagakerjaan yang bertanggung jawab langsung ke presiden berdasarkan mandat dari UU 24 Tahun 2011 ucap Bapak Salengke Ka. BPJS Ketenagakerjaan morowali.

 

Beliau mengatakan bahwa fungsi BPJS Ketenagakerjaan adalah memfasilitasi penyelenggaraan program jaminan kecelakaan kerja (JKK), Program jaminan kematian (JKM), Program jaminan hari tua (JHT), Jaminan pensiun (JP).

Semangat Memerangi Narkoba Dalam Rangkaian Kegiatan HANI 2017

By MOROWALIKAB – Hari Anti Narkotika Internasiaonal ( HANI ) pada tahun ini mengusung Tema “Mendengarkan Suara Hati Anak –anak Dan Generasi Muda Merupakan Langkah Awal Untuk Membantu Mereka Tumbuh Sehat Dan Aman Dari Penyalahgunaan Narkoba” Bertempat di kecamatan bahodopi.Kamis (13/07/2017).

Sekitar 300 peserta jalan santai di lepas oleh sekda morowali H.Moh.JafarHamid SH,MH.dan kepala BNN Kab.Morowali AKBP Ridwan,SH dari depan  polsek bahodopi menujuh lapangan sepak bola bahodopi, di hadiri oleh para pejabat di lingkup pemda morowali dan antusias masyarakat bahodopi.

Dilanjutkan senam yang dipandu oleh Irma Jaharudin  sebagai instruktur,diikuti oleh para peserta jalan santai dan diramaikan Oleh Masyarakat Bahodopi yang antusias menirukan gerakkan, senam yang berlangsung hampir dua jam

Kepala Badan Narkotika Kabupaten Morowali  menyampaikan sambutannya Terima kasih kepada semua pihak yang telah turut serta mensukseskan program pencegahan dan pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. Hari Anti Narkoba Internasional  adalah sala satu  keprihatianan,sehingga dibutuhkan sebuah gerakan untuk menyadarkan seluruh umat manusia terhadap penyalagunaan narkotika,

Berdasarkan hasil survey nasional penyalahgunaan dan peredaran  narkoba  BNN tahun 2016  diketahui penyalahgunaan narkotika pada kelompok pelajar dan mahasiswa  sebesar 1,91 persen dari jumlah 33,135 orang kelompok pelajar mahasiswa dengan usia antara 10-30 tahun.

Hal ini terlihat dari fakta penyalahgunaan  dan peredaran gelap narkotika di masyarakat yang menunjukan  kecendrugan  semakin meningkat  dengan korban yang meluas,terutama  di kalangan Anak-Anak Remaja generasi Muda,oknum aparat sipil Negara,prajurit TNI,Angota kepolisian kepala daerah hingga dilingkungan pasantren.

Kondisi geografis Indonesia yang terbuka merupakan peluang bagi sindikat narkotika internasional untuk menjadikan Indonesia sebagai pasar peredaran gelap narkotika,mereka dapat masuk melalui jalur-jalur illegal.

Sepanjang tahun 2016,BNN telah melaksanakan tugas  bidang,Demand Reducution berupa advokasi,sosialisasi,dan kampanye  stop narkoba  sebanyak 12.566  kegiatan yang melibatkan 9.177.785 orang dari berbagi kalangan,baik kelompok masyarakat,pekerja,maupun pelajar,tercatat sebanyak 894 instansi pemerintah dan swasta serta 834 kelompok masyarakat dan lingkugan pembangunan berwawasan    pendidikan,yang di dorong BNN untuk peduli terhadap permasalahan narkotika.

Oleh karna itu seluruh elemen bangsa baik instansi  pemerintah maupun komponen  masyarakat hal ini dilakukan  untuk memberikan keyakinan kepada public  dan menyatakan perang terhadap narkotika. Demikian sambutan kepala Badan Narkotika Nasional Drs.Budi Waseso yang di Wakili Oleh Kepala BNNK Morowali AKBP RIdwan,SH.

Mewakili Bupati Morowali, Sekertaris Daerah H.Moh,Jafar Hamid, SH.MH. Membacakan  Sambutan Presiden Republik Indonesia yang Mengusung tema “ Peran Aktif dan Pendayagunaan Seluruh Komponen dan Potensi Bangsa Dalam Menghadapi Keadaan Darurat Narkoba Menuju Indonesia Yang Sehat”.

Pencegahan merupakan langkah yang efektif  untuk membangun kesadaran setiap individu untuk tidak memulai menyalahgunakan narkotika dan tidak ikut dalam jaringan peredaran narkotika karena hukumnya sangat berat,Sehinggah tepat apabila dikatakan”Mencegah Lebih Baik dari pada  Mengobati”

Untuk menangkal ancaman penyalahgunaan  dan peredaran narkotika perlu dilaksanakan upaya pencegahan yang dilakukan secara masif,berkesinambugan dan bersinergi di setiap lingkungan tempat tinggal.

Pertama masyarakat harus melakukan pencegahan penyalahgunaan narkotika  mulai dari lingkungan keluarga dan tempat tinggal dan membentuk relawan anti narkotika.

Kedua masyarakat agar melaporkan  kepada anggota penegak hukum apabila mengetahui bentuk penyalagunaan dan peredaran narkotika

Ketiga masyarakat agar tidak malu dan tidak khawatir melaporkan keluarganya yang menjadi pecandu untuk dilakukan rehabilitasi agar menjadi pulih.

Dalam Sambutan Presiden Juga mengucapkan  terima kasih kepada dan penghargaan kepada aparat penegak hukum  dan masyarakat yang telah berjasa membongkar  peredaran gelap narkoba sehingga aparat penegak hukum dan masyarakat dapat di berikan piagam,tanda jasa/bentuk penghargaan.

Dalam kegiatan ini pula seluruh kepala Desa yang berada di kecamatan Bahodopi dan Forum Bikers Morowali  mendeklarasikan diri sebagai penggiat melawan Narkotika dengan berikrar menyatakan diri bebas dari Narkotika. Dan pembacaan puisi tentang stop narkoba  yg dibawakan oleh pelajar SDN  1 Bahodopi.

Takalah menarik diakhir acara di adakanya DOORPRIZE.dengan  hadiah Yang Menarik,dan di lanjutkan  foto bersama.{IK@RR}

 

 

 

DINKES MOROWALI GELAR RAKERDA

RAPAT KERJA KESEHATAN PENGENDALIAN PENDUDUK DAN KELUARGA BERENCANA DAERAH KABUPATEN MOROWALI TAHUN 2017

KOMINFO MOROWALI – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (KPPKB) Daerah Kabupaten Morowali melaksanakan Rapat Kerja Kesehatan dan Keluarga Berencana. Rapat kerja tersebut dibuka oleh Wakil Bupati Morowali Drs. SU. Marunduh, M.Hum serta dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah, Forkompinda serta sejumlah Kepala SKPD, Direktur Rumah Sakit Umum Morowali, Tim Penggerak PKK Kabupaten. Hadir pula sebagai peserta raker, para Camat, Kepala UPTD Puskesmas bersama Pengelola Program Kesehatan dan KB serta Kepala Desa dan Ketua Tim Penggerak PKK Desa se Kabupaten Morowali. Rapat kerja berlangsung pada hari Selasa (04/04/2017) bertempat di Gedung Serba Guna Ahmad Hadie Kel. Matano, Bungku.

Dalam laporannya Kepala Dinas KPPKB Ashar M. Ma.ruf, SE menyampaikan bahwa Rapat terja kesehatan dan keluarga berencana merupakan forum kumunikasi untuk pembahasan dan perumusan kebijakan program pembangunan kesehatan.  Adapun tujuan pelaksanaan raker ini adalah untuk melakukan evaluasi terhadap program kesehatan yang dilaksanakan sebelumnya untuk merumuskan kesepakatan bersama antar lintas program maupun lintas sektoral dalam rangka pencapaian pelaksanaan kegiatan tahun 2017 dan isu strategis lainnya, lanjutnya.

Sementara Wakil Bupati dalam arahannya mengatakan bahwa forum raker ini hendaknya dijadikan media untuk memberi masukan dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Dikatan bahwa dalam pemecahan masalah kesehatan bukan hanya tanggung jawab dinas kesehatan saja tapi juga merupakan tanggung jawab kita bersama khusunya sektor terkait. Oleh karena itu, kita harus menjemput bola atau langsung kepada masyarakat memberi pelayanan, lanjut SU. Marunduh.

Dalam sambutan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah Dr. Anshayari Arsyad, M.Kes. memberi apresiasi atas terselenggaranya rapat kerja kesehatan tingkat kabupaten. Menututnya baru Kabupaten Morowali yang melaksanakan rapat kerja kesahatan di Sulawesi Tengah. Selain hal tersebut baru Kabupaten Morowali yang melakukan Launcing Pelayanan Keluarga Sehat melalui Pendekatan Keluarga di Sulawesi Tengah, menurut Anshayari.

Pada peyelenggaraan raker dilakukan 2 (dua) penandatanganan nota kesepahaman bersama antara Kepala Dinas KPPKB dengan:

  1. Kepala Puskesmas, Kepala Desa, Ketua TP. PKK Kecamatan, Ketua TP. Desa, dan Koordinator PLKB tentang Peran Lintas Sektoral Dalam Program Kesehatan.
  2. Direktur RSUD Morowali dan Kepala UPT Puskesmas se Kabupaten Morowali tentang Sistem Rujukan.

Penandatangan tersebut disaksikan langsung oleh Wakil Bupati Morowali dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah. Sementara Launcing Pelayanan Keluarga Sehat melalui Pendekatan Keluarga ditandai dengan pemasangan rompi dan penyerahan KIT Keluarga Sehat oleh Wakil Bupati Morowali. (NA)

FORUM KOMUNIKASI DAN KEMITRAAN BPJS KESEHATAN KAB. MOROWALI

RAPAT BERSAMA FORUM KOMUNIKASI DAN KEMITRAAN PEMDA MOROWALI DENGAN BPJS KESEHATAN

Morowali – Sekretaris Daerah Kabupaten Morowali H. Mohamad Jafar Hamid, SH. MM mewakili Bupati Morowali Memimpin Pertemuan Tim Forum Komunikasi dan Kemitraan BPJS Kesehatan Kantor Cabang Luwuk dengan Pemangku Kepentingan di Ruang Rapat Asisten pada hari Rabu, 5 April 2015.
Hadir dalam pertemuan tersebut, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Morowali Irwan Arya, S.Sos, Asisten Administrasi Umum Drs. Abdul Wahid Hasan, M.Pd, Kepala BKD Zainuddin, M.Pd, Kadis Sosial Drs. Djainudin Ma’ruf, Direktur RSUD Morowali dr. Sandra Susanti, MARS, Kepala UPTD Puskesmas Bungku H. Bayanudin Tampa, SKM, anggota tim lainnya.
Dalam arahannya, Sekda mengemukanan pentingnya forum komunikasi dan kemitraan dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakar serta mendukung program pemerintah daerah Gerakan Massal Selamatkan Bayi dan Ibu Hamil (GEMA SEBUMI). Lebih lanjut dikatakan bahwa ada keinginan Pemda Morowali mengintegrasikan antara Program Jamkesda dengan BPJS Kesehatan. Namun perlu kajian secara komrehensip sebelum diberlakukan, pesan Jafar Hamid.
Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Luwuk dr. Probowo, M.Kes, AAAK, mengatakan bahwa forum komunikasi ini merupakan wadah yang sangat baik bagi kita semua untuk membahas dan mengevaluasi bersama progran Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Selain itu Prabowo memaparkan bahwa masih terdapat 71.216 jiwa (48,76%) penduduk Kabupaten Morowali yang belum menjadi peserta JKN-KIS.
Dalam rangka mengoptimalkan pelayanan jaminan kesehatan, BPJS Kesehatan perlu menjalin kemitraan dengan Pemda dan pihak-pihak yang berkepentingan sehingga diharapkan pelayanan dapat diselenggarakan secara lebih efektif, efisien dan tepat sasaran.(NA)

DINKES, PENGENDALIAN PENDUDUK DAN KB KAB. MOROWALI GELAR SOSIALISASI

DINAS KESEHATAN, PENGENDALIAN PENDUDUK DAN KB KABUPATEN MOROWALI

GELAR SOSIALISASI KEBIJAKAN, STRATEGI DAN MATERI KB

Sosialisasai kebijakan, strategi dan materi informasi bidang keluarga berencana, yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Morowali, merupakan wujud keseriusan Pemerintah Daerah dalam menekan terjadinya lonjakan penduduk demi kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Morowali.

Pelaksanaan sosialisasi tersebut berlangsung di aula Kantor Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan KB Kabupaten Morowali, kompleks perkantoran Fonuasingko Bungku. Jumat, 31/3/2017. Kegiatan tersebut dibuka oleh Kadis Kesehatan,PP dan KB Kabupaten Morowali, Ashar Maaruf, SE dan dihadiri oleh perwakilan dari BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah diantaranya, dr. Rosalia S. Palinggi, dan Helfrien N. Bahoh, S.Sos.

Kegiatan tersebut selain dihadiri oleh perwakilan dari BKKBN Provinsi Sulteng juga dihadiri oleh Sekretaris Dinkes, PP dan KB Kabupaten Morowali Hj. Mulyana M. Achyar, S.Sos.,MM, Kabid Pengendalian Penduduk dan KB Ustaz Mustapa Mahmidi serta di ikuti oleh 30 orang peserta yang terdiri dari perangkat Desa, tokoh agama dan tokoh masyarakat sebanyak 15 orang dan Bidan pengelola KB sebanyak 15 orang.

Dalam kegiatan tersebut, ketua panitia melaporkan bahwa, Kegiatan tersebut bermaksud untuk meningkatkan informasi dan wawasan tentang Keluarga Berencana (KB) dan kegiatan reproduksi bagi Bidan kerja, dalam pelayanan keluarga berencana. Adapun tujuan kegiatan ini lanjut Ketua Panitia, agar peserta dapat mengetahui kebijakan dan meningkatkan akses kwalitas pelayanan KB, meningkatkan wawasan tentang keluarga berencana mengenai kesehatan reproduksi bagi para mitra kerja, serta menuntaskan akses dan kwalitas pelayanan KB di jejaring Sosmed KB.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan KB Kabupaten Morowali  mengatakan bahwa, sesungguhnya inti sosialisasi adalah bagaimana membangun sinergitas lintas sektor dalam mensukseskan Keluarga Berencana (KB) di Kabupaten Morowali. Sehingga manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat.

Olenya itu Kadis Dinkes mengharapkan bahwa semua peserta yang hadir pada sosialisasi ini untuk mengikuti dengan sungguh-sunguh materi yang diberikan, Karena sukses tidaknya program KB ini tergantung petugas kesehatan atau koordinator pengelola kesehatan ibu dan anak, Sehingga oleh karena itu apa yang kita programkan betul-betul kita aplikasikan di masyarakat  ujar Kadis Dinkes.