TIM SAFARI RAMADHAN KABUPATEN MOROWALI DI DESA SAKITA

TIM SAFARI RAMADHAN KABUPATEN MOROWALI DI SAKITA

KOMINFO MOROWALI-Tim Safarai Ramadhan 1438 H / 2017 M Kabupaten Morowali, Minggu, 4/06/2017.
Dalam safari Ramadhan Pemda Morowali yang di pimpin oleh Bupati Drs. H. Anwar Hafid, M.Si. dipusatkan di masjid Desa Sakita Kecamatan Bungku Tengah.
Dihadiri oleh beberapa pejabat Pemda Morowali hadir mendampigi bupati Morowali dalam safari Ramadhan, dan masyarakat yang hadir mengikuti shalat isya dan tarwih secara berjamaah.
Bupati Morowali menyampaikan bahwa safari Ramadhan merupakan agenda rutin Pemerintah Daerah di setiap bulan suci Ramadhan juga merupakan sebagai upaya pendekataan Pemerintah kepada masyarakat.
Sementara itu dalam ceramahnya menyampaikan kepada masyarakat terutama kepada kepala desa beliau mempunyai gagasan atau Ide untuk menjadikan desa sakita shalat subuh secara berjamaah yang di cantumkan dalam perdes (peraturan desa) agar supaya shalat berjamaah ini bisa terjaga, kalau shalat subuh bisa terjaga secara berjamaah itu artinya shalat lainnya juga bisa dilakukan secara berjamaah pula. Menurut Bupati bahwa shalat yang paling berat adalah shalat subuh. Untuk itu agar di musyawarakan terlebih duhulu hingga menjadi perdes, tutur beliau memberi gagasan.
Selanjutnya beliau mengajak kepada jamaah shalat tarwih agar di bulan suci ramadhan ini harus banyak membaca Al-qur’an. Karena nanti pada hari kiamat, Allah subbahahuu wata’ala akan menjadikan pahala membaca Al-gur’an sebagai sesuatu yang berdiri sendiri, memberikan syafa’at dengan seizing Allah kepada orang yang rajin membacanya, menurutnya.
Beliau juga mengajak para jamah untuk memperbanyak berdoa, khususnya waktu berbuka puasa, karena merupakan waktu yang penuh keberkahan, dan di waktu ini manusia merasakan salah satu kebahagaian ibadah puasa. Lebih lanjut dikatakan bahwa bersedekah merupakan salah satu pintu yang dibuka oleh Allah untuk meraih keuntugan besar dari bulan Ramadhan dan sebab sedekah dosa dapat diampuni.
Diakhir ceramah beliau mengigatkan kepada jamaah, agar iqtikaf sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan yang sangat istimewa dan Nabi Muhammad SAW menghabiskan waktu dalam ibadah. Karena biasanya terdapat malam Lailatul Qadar, malam yang lebih mulia daripada seribu bulan, bupati menutup.(iksan kominfo)

Tulisan ini dipublikasikan di religius. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *