PERESMIAN SENTRA INDUSTRI KECIL DAN MENENGAH PANGAN DIWARNAI PENYERAHAN BANTUAN MESIN JAHIT KELOMPOK UKM

KOMINFO MOROWALI: Bupati Morowali Drs. H. Anwar Hafid, M.Si, meresmikan Sentra industry kecil dan menengah pangan di dampingi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan H. Faruk Jibran, SH, serta kepala SKPD dan Kapolsek Bungku Barat, di Desa Wosu Kecamatan Bungku Barat, Jumat, (19/5/2017).

Peresmian tersebut selain dihadiri pejabat daerah juga di ikuti sejumlah kelompok Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) se Kabupaten Morowali, tokoh agama, tokoh Masyarakat, dan Aparat Desa se Kecamatan Bungku Barat.

Dalam kesempatan tersebut Kadis Perindag H. Faruk Jibran mengatakan bahwa pembangunan sentra industry merupakan salah satu upaya untuk mempercepat penyebaran pembangunan Indonesia pada umumnya dan Kabupaten Morowali pada khususnya. Kehadiran sentra industry untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat yang memiliki kemampuan dan kemauan dalam meningkatkan pendapatan rumah tangganya. Lanjutnya.

‘’Melalui bapak Bupati selaku pimpinan daerah telah mendorong sebanyak 900 orang ibu PKK se Kabupaten Morowali untuk menambah potensi melalui pelatihan pengelolaan tortilla sedap yang merupakan produk unggulan daerah. Oleh karena itu tujuannya adalah untuk meningkatkan ekonomi rumah tangganya sekaligus mengentaskan angka kemiskinan yang ada di Kabupaten Morowali”. Ujar mantan Camat Bungku Barat.

Sementara itu Bupati Morowali Dr. H. Anwar Hafid, M.Si, dalam sambutannya mengatakan bahwa ini baru merupakan langkah awal bagi kita semua untuk membangun kekuatan ekonomi rakyat. Oleh karena itu dengan diresmikannya sentra indusri kecil dan menengah pangan ini, kedepan tiba waktunya kita membesarkan usaha ekonomi rakyat, agar pertumbuhan ekonomi yang tinggi dibarengi dengan daya beli masyarakat yang kuat. Untuk itu ibu-ibu yang masuk dalam kelompok UMKM merupakan pahlawan ekonomi rakyat ketika tortilla sedap yang merupakan produk unggulan daerah sukses kedepannya. Lanjut bupati.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati  menyerahkan bantuan mesin obras dan mesin jahit  kepada lima kelompok pelaku UKM diantaranya: Kelompok melati, kelompok mawar, kelompok teratai, kelompok anggrek dan kelompok nusa indah. (HK)

Tulisan ini dipublikasikan di Ekonomi. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *