PEMPROV SULTENG SOSIALISASI PERDA PERLINDUNGAN LAHAN PERTANIAN BERKELANJUTAN

KOMINFO MOROWALI: Sebanyak 200 orang peserta yang terdiri dari perwakilan Satuan Kerja Perangkat Daerah, Penyuluh pertanian, kelompok tani, Camat dan Aparat Desa se kabupaten Morowali mengikuti sosialisasi Peraturan Daerah tentang  perlindungan lahan pertanian berkelanjutan di Hotel Metro Desa Bente Kecamatan Bungku Tengah, Senin, (15/5/2017).

Kegiatan yang dihadiri anggota komisi III dan IV DPRD Prov. Sulteng diantaranya, I Nyoman Slamet, S.Pd.,M.Si, Sonny Tandra, ST, Ibrahim A. Hafid, tenaga ahli bagian perundang-undangan Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sulawesi Tengah Nasrullah Muhammadong, SH.,LLM serta Asisten III Bidang Administrasi Umum Kabupaten Morowali Drs. H. Wahid Hasan, M.Pd, membahas masalah Peraturan Daerah Provinsi Sulawesi Tengah nomor 1 tahun 2015.

Dalam penjelasannya Anggota Komisi III DPRD Prov Sulteng Sonny Tandra mengatakan bahwa Provinsi Sulawesi Tengah merupakan daerah agraris sebagai salah satu penyumbang pangan nasional perlu menjamin penyediaan lahan pertanian pangan berkelanjutan sebagai sumber pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan dengan mengedapankan prinsip kebersamaan, efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, dan kemandirian, serta menjaga keseimbangan, kemajuan, dan kesatuan ekonomi nasional . lanjutnya.

‘’Pengendalian alih fungsi lahan pertanian pangan melalui perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan kemandirian, ketahanan dan kedaulatan pangan, dalam rangka meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan petani dan masyarakat pada umumnya’’ ujar Sonny.

Sementara itu Asisten III bidang administrasi Umum Kabupaten Morowali mengatakan bahwa pada dasarnya Pemerintah Daerah sangat mengapresiasi kegiatan ini mengingat peningkatan jumlah penduduk ini membutuhkan persediaan lahan perumahan yang cukup. Kemudian alih fungsi lahan pertanian ke non pertanian akan tetap menjadi potensi ancaman yang besar dari waktu-kewaktu. Oleh karena itu ancaman ini akan terjadi sejalan pula dengan kebutuhan industry yang semakin pesat. Ujar mantan Kadis Pendidikan tersebut. (HK)

 

Tulisan ini dipublikasikan di Pertanian. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *