Home / Pembangunan / STUDI BANDING PEMERINTAH PROPINSI KALIMANTAN SELATAN DI KABUPATEN MOROWALI

STUDI BANDING PEMERINTAH PROPINSI KALIMANTAN SELATAN DI KABUPATEN MOROWALI

Morowalikab.go.id – Bahodopi. Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dan sejumlah investor yang bergerak di bidang pertambangan  melakukan Studi Komparasi di Kawasan Industri PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) Desa Fatufia, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah pada kamis, 15/11/2018 .

Rombongan tim studi banding tersebut sebanyak 18 orang dengan melibatkan dinas terkait di lingkungan pemerintah provinsi kalimantan selatan dan beberapa pemerintah kabupaten di provinsi tersebut. Tim Terpadu Studi Komparasi Kawasan Industri Dari Provinsi Kalimantan Selatan, terdiri dari: H. Wahyuni, MT (Kadis Perindustrian), Zulkifli, MP (Kepala Biro Sarana dan Prasarana Perekonomian Daerah), H. Deny Haryanto, SE, MM (Kadis Perdagangan dan Perindustrian Kab. Tanah Bumbu), Ir. H. Herlian Noor, MP (Kabid ILMEAT, Dinas Perindustrian Prov. Kalsel), Ir. Hasan Talaohu, MM (Kabid IKTA, Dinas Perindustrian Prov. Kalsel), Ir. Husin Nafarin, MS (Kabid Perencanaan dan Pengembangan Iklim PM, DPMPTSP), Muhammad Nursjamsi, MT (Kabid Penataan Ruang dan Pertanahan, DPUPR Prov. Kalsel), Agus Salim, S.Sos (Kabag Prasarana Fisik), Hj. Hayati, SE (P2 Madya Inspektur), Agung Kustjahjono (Projek Manager PT. Jhonlin Mega Industri), Andri S. Amarald (Direktur PT. Jhonlin Mega Industri), Dra. Hj. Rohrida, MM (Kasi Industri Logam, Mesin dan Perekayasaan), Ir. Kris Wibowo (Kasi Industri Kimia dan Bahan Bangunan), Nurul Hidayah (Kasubbid Perindustrian dan Penanaman Modal), Firna Arsita, S.STP, M.Ec. Dev (Kasubbid Distribusi Penggunaan dan Pemanfaatan Barang Milik Daerah), Bambang Dedi Mulyadi, S.Sos, M.AP (Kasubag Pemberitaan dan Layanan Pers), Briyan Ajisoko, ST (Kasi Industri I), dan Megayulia Nooryaneti, S.Si.

Mendampingi tim terpadu, Pemerintah Daerah Kabupaten Morowali diwakili oleh: Drs. Bambang S. Soerojo, M.Si, Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Drs. Harsono Lamusa, Asisten Administrasi Pembangunan dan Perekonomian, Dra. Hj. Siti Asmaul Husna Syah, SE, M.Si, MM, Kadis PMPTSP, Drs. Abd. Wahid Hasan, Kaban Kesbangpol, Drs. Yusman Mahbup, M.Si, Kadis Koperasi UMKM, Kabid Informasi dan Komunikas Kary Marunduh S.Sos Msi.

Menurut Kepala Dinas Perindustrian Provinsi Kalimantan Selatan, H. Mahyuni. MT bahwa tim studi komparasi dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan di Kawasan Industri PT. IMIP akan mendalami progres perkembangan kawasan industri morowali, strategi pengembangan kawasan industri, strategi pengelolaan kerjasama perusahaan kawasan industri upaya menciptakan daya tarik investasi dan rencana bisnis perusahaan, dan penyusunan tata tertib kawasan industri serta pengelolaan kerjasama penyelenggaraan pendidikan politeknik  industri morowali dengan perusahaan imdustri dan perusahaan kawasan industri.

“Kami  ingin seperti Kabupaten Morowali dan kebetulan di Kalimantan Selatan ada kawasan industri juga sama-sama kebijakan nasional, proyek strategis nasional yang ada di Kabupaten Batulicin dan Kabupaten Jorong yang bergerak di industri biji besi dan tentu diharapkan pengembangannya bisa menjadi baja karbon dan baja paduan. Di Kalimantan Selatan juga sudah investor yang berinvestasi yakni Krakatau Steel  dan sudah beropoerasi selama tiga tahun, namun  saat ini  berhenti produksi  akibat harga biji besi dunia anjlok”, ungkap Mahyuni. Selanjutnya, kami berharap, kedua daerah ini dapat membangun kerjasama sehingga potensi atau produk Kalimantan Selatan berupa biji besi, batu bara dan minyak sawit dapat diterima di morowali begitupun sebaliknya.

Sementara itu, Senior Vice Presiden  PT IMIP, Slamet Victor Panggabean menanggapi positif harapan Pemerintah Kalimantan Selatan. Slamet mengatakan bahwa selama ini PT. IMIP menyuplai Batu Bara dari Kalimantan Timur, tinggal bagimana pelaku usaha Batu Bara di Kalimantan Selatan melakukan pendekatan kepada bagian pembelian di kantor PT. IMIP di Jakarta.

“Pembelian Batu Bara dilakukan melalui kantor PT. IMIP di Jakarta, tapi saya yakin karena kebutuhan Batu Bara untuk PLTU sangat besar, tinggal bagaimana memikirkan transportasinya agar dapat lebih efesien karena menggunakan transportasi laut”, ujar Slamet.

Terdapat beberapa daerah yang telah melakukan studi banding di PT. IMIP diantaranya Pemerintah Kalimantan Timur dan untuk kerjasama terkait potensi alam kedua daerah. Untuk saat ini sementara di kaji apa yang bisa disinergikan. Selaku petinggi di PT. IMIP, Slamet menambahkan, terkait adanya beberapa daerah di Indonesia yang telah malakukan studi banding di PT. IMIP, maka PT. IMIP sangat bersyukur karena telah menjadi salah satu objek studi banding dari daerah lain.

“PT. IMIP  dalam waktu yang begitu singkat, dari tahun 2012 hingga saat ini telah berhasil membangun pabrik sebanyak 29 pabrik dalam satu kawasan dan telah mempekerjakan sekitar 30.000 tenaga kerja lokal dan hal ini sangat luar biasa”, tutur Slamet.

Rombongan tim studi banding saat usai mengikuti pemaparan juga berkeliling ke kawasan industri PT IMIP serta berkunjung ke Kampus Politeknik Industri Morowali di desa Labota Kecamatan Bahodopi dan berakhir dengan pemberian cendramata dari kedua belah pihak.IKP – k4r7/iksan

About iksan kominfo

Check Also

Bupati; Halalbilhalal Kuatkan Ukhuwah Antar Sesama

PPID – Morowalikab.go.id – Lambelu – Silaturahim dan halalbilhalal pasca lebaran digelar di Desa Lambelu, ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *